Kamis, 17/07/2008 14:23 WIB
Artalyta Minta Dibuatkan Skenario 'Pinjaman untuk Urip'
Rafiqa Qurrata A - detikNews
Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta -
Bukan hanya dengan Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani bisa bebas bertelepon-telepon ria dari rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri. Terdakwa kasus suap Rp 6 miliar ini juga meminta seorang pria membuat skenario untuk Urip saat menjadi saksi di persidangan Artalyta.
Artalyta benar-benar tidak berkutik saat menjadi saksi persidangan Urip di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2008). Setiap perbincangannya dengan seseorang direkam dan diperdengarkan di persidangan.
Selain dengan Urip, Artalyta juga menghubungi pria yang dipanggilnya dengan nama Yan pada 5 Juni 2008, untuk membuat skenario kesaksian Urip di persidangan Artalyta. Berikut bunyi rekaman Artalyta dengan Yan.
A (Artalyta): Yan.
Y (Yan) : Ya bu
A: Ini saya pakai nomor lain. Takut yang itu nggak bersih. Kalau punya kamu bersih.
Y: Ya
A: Jadi begini, Senin ini, itu kan Agus mereka. Itu nggak tahu institusinya. Kalau minggu ini nggak ada saksi lagi, kan si Urip yang jadi saksi. Itu tolong buatin itu Yan, yang dia suruh ungkapkan apa yang kemarin kita cerita itu. Pointersnya sudah saya kasih tahu kan bahwa dia itu pinjam. Bagaimana dia harus mengembalikan nanti. Masak dia harus ngorbanin ibu. Dengan berbagai cara saya upayakan untuk mendapat pinjaman. dengan segala cara, merayu, membujuk. Kan saya mohon jangan mengorbankan ibu.
Y: Ya, ya.
A: Bisa nggak buatin Yan?
Y: Bisa-bisa.
A: Kapan?
Y: Jadi gini, kalau saya rasa Senin atau Rabu saya hadir.
A: Boleh jugalah.
Y: Senin atau Rabu saya kan di sana. Kan sudah buat. Saya serahkan ke Urip Senin atau Selasa.
A: Nggak, ini dia kan sudah konpers. Kemarin saya bilang suruh buat supaya tanpa ada paksaan.
Y: Iya Bu, iya.
A: Saya suruh buat sendiri sesuai nuranimu. Dia bilang ya udah, nggak apa-apa karena dia lagi fokus. Dia lagi di-split juga di kasus di luar saya dan Glenn ( Glenn Yusuf, mantan kepala BPPN). Jadi dia bilang ibu buatin saja, nah saya ikut saja. Nanti saya ngomong pada saat bersaksi.
Y: Jadi begini Bu, saya sudah siapin. Nanti kalau nggak Senin, saya langsung berangkat ke tempat dia. Saya diskusi sama ibu dulu. Setelah oke, baru saya diskusi bareng dia.
A: Coba deh sekarang kamu buatin aja. Nanti kan saya kasih ke Albab (pengacara Urip, J Albab Setiawan). Coba deh sekarang kamu bikin saja, nanti kan saya kasih ke Albab
Y: Oh ya sudah
A: Dia kan sudah suruh saya buat. Kamu sudah tahu maksudnya kan? Kamu buatin aja, kata-katanya kamu dramatisir.
(ana/fay)
Baca juga :
SMS Iklan
jual mobil <over kredit> xenia li vvti family th 2008 bl 8 spt baru (+6281381344044)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).