Kamis, 17/07/2008 12:47 WIB
Urip-Artalyta Masih Telepon-teleponan Atur Strategi
Rafiqa Qurrata A - detikNews
Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta -
Meski dibui yang berbeda, Artalyta Suryani dan Urip Tri Gunawan masih berhubungan via telepon. Mereka kerap mengatur strategi menyatukan suara menghadapi persidangan.
Selama ini ratu suap Artalyta selalu menyebut uang Rp 6 miliar yang diberikan kepada Urip adalah pinjaman. Namun sungguh mengejutkan, jaksa penuntut umum Sardjono Turin memperdengarkan hasil perbincangan mereka pada 10 Juni 2008, sekitar pukul 21.00 WIB dengan durasi 4 menit di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2008).
Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa mereka hendak mengakali uang tersebut sebagai pinjaman untuk Urip mendirikan bengkel.
U (Urip): Halo
A (Artalyta): Pak Guru
U: Iya, Bu Guru
A: Jadi gini ya, intinya besok itu sesuai dengan keterangan beliau-beliau sama yang itu yang kemarin, itukan beliau sudah membantu Anda dengan dia mengatakan dari itu awal yang kesatu, kedua, ketiga, itu tidak ada indikasi.
U: He eh, he eh.
A: Jadi besok, seperti begitu saja. Seperti keterangan yang itu, yang Bapak dua itu, kan dibaca di-BAP saya. Itu bagus.
U: He eh.
A: Intinya kita tetap konsisten dengan jumlah itu lho. Pokoknya perbengkelan yang sudah ada, kan. Pokoknya perbengkelan. Sudah adakan? Ininya apa?
U: Tapi kan sudah saya kasihkan itu.
A: Tapi ininya, proposal bengkelnya.
U: O ya ya.
A: Jadi itu bengkel kan juga logis itu. Itu kan dulu ada tanah di situ. Minta inilah gitu. Nanti pasti ditanyain. Dari mana saudara keteranganya. Nanti saya bilang, ya sudah cukup, begitu memang ceritanya.
Saat rekaman itu diperdengarkan, Artalyta tertunduk sambil memilin-milin jari.
(ana/fay)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).