Kamis, 03/07/2008 13:21 WIB
1 WNI Jadi Korban Perbudakan Syaikha Emirat di Brussel
Ken Yunita - detikNews
Jakarta -
17 Korban 'perbudakan moderen' di Hotel Conrad, hotel termewah di Brussel, Belgia, berasal dari negara-negara yang berbeda. Ternyata, salah satunya dari Indonesia.
"Berdasarkan informasi awal dari polisi, ada satu WNI," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada
detikcom, Kamis (4/7/2008) pukul 13.00 WIB.
Namun, kata Faizasyah, informasi itu masih harus diverifikasi lebih lanjut. Hal itu karena paspor ke-17 perempuan itu masih dipegang oleh majikannya, seorang syaikha, janda seorang syeikh di Uni Emirat Arab (UEA).
"Paspor mereka kan dibawa tuannya, jadi harus dikonfirm dulu. Itu baru berdasarkan pemeriksaan polisi setempat," ujarnya.
Para pembantu yang disebut media Belgia sebagai 'budak-budak' itu harus bekerja 24 jam sehari. Selain itu, paspor mereka disita oleh keluarga syaikha begitu mereka tiba di Belgia.
Para wanita malang itu juga dilarang keluar dari hotel dan gaji mereka cukup rendah, hanya Rp 1,4 juta saja. Bandingkan dengan kamar Hotel Conrad per hari yang paling murah Rp 4,7 juta.
Perbudakan ini berakhir berkat keberanian empat pembantu asal Filipina. Mereka berupaya kabur dari hotel pekan lalu. Tiga orang di antara mereka tertangkap oleh bodyguard syaikha namun pembantu keempat sukses melaju ke kantor polisi Belgia.
Belum ada respons dari Kedubes UAE di Brussel. Sementara, sebagian besar koran Belgia menggambarkan kasus itu sebagai 'perbudakan tepat di jantung Brussel'. 17 Wanita yang diperbudak syaikha dan empat anak gadisnya itu berasal selain dari Indonesia antara lain berasal dari Filipina, Maroko, dan Suriah.
(ken/nrl)
Baca juga :
SMS Iklan
specialist website design & program, discount s/d 70%, gratis flash disk 2 gb & hp cdma. hub: 021-68853833-30 223272, hp: 08561072517 (+622127409413)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).