Kamis, 20/07/2006 14:25 WIB
Potensi Gempa di Jatim Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan
Budi Sugiharto - detikNews
Surabaya -
Pernyataan gempa berpotensi terjadi di Jawa Timur tak perlu ditanggapi secara berlebihan. Namun bukan berarti tidak perlu waspada.
Hal itu dikatakan Kepala Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Amin Widodo saat berbincang-bincang dengan
detikcom melalui telepon, Kamis (20/7/2006).
"Hal itu jangan ditanggapi secara berlebihan, misalnya dengan menutup obyek wisata pantai di Jawa Timur dan sebagainya," kata Amin.
Menurut Amin, jauh lebih penting menyiapkan langkah antisipasi jika bencana gempa itu terjadi. Salah satunya adalah dengan membentuk satgas khusus bencana gempa.
Satgas ini mempunyai sejumlah tugas, antara lain memetakan wilayah rawan bencana dan lokasi evakuasi. Kedua hal ini sangat penting untuk meminimalisir korban saat bencana terjadi.
Sebelumnya, Ketua Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Dr Dwikorita Karnawati mengatakan Pulau Jawa berada di wilayah zona penunjam (patahan) lempeng Samudera Indonesia-Australia menuju lempeng Eurasia.
Lempeng ini dimulai sebelah barat Sumatera-Aceh ke arah tenggara Selat Sunda-selatan Pulau Jawa-ke timur arah Bali dan terus ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan dari arah timur penunjam balik yang datang dari lempeng Samudera Pasifik ke arah lempeng benua Asia.
Dwikorita membenarkan adanya kekhawatiran terjadinya gempa di wilayah selatan Jawa Timur setelah gempa di Jateng, Jabar dan Selat Sunda.
"Kemungkinan di Jatim itu ada, tapi tidak perlu menunggu gempa di Selat Sunda dulu, karena sudah pada titik yang berbeda," ujarnya.
(djo/)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).