Berita Lain

Indeks Berita






Minggu, 18/05/2008 16:01 WIB
Laporan dari ISSM XI, Delft
Lemkowitz: Keberlanjutan Tak Bisa Dicapai Hanya dengan Teknologi

Eddi Santosa - detikNews

Delft - Sustainability (keberlanjutan) tak bisa dicapai hanya dengan teknologi, melainkan harus lintas disiplin. Pelajar, profesional dan pengambil kebijakan harus berpikir kritis. ( es / es )

Komentar terkini (22 Komentar)
Betawi_India, Kepada Yth. Bpk Radix.EBK Saya kira, cara anda dalam menyampaikan kritik tersebut sangatlah tidak etis, elegan dan tidak berpendidikan. Sangat-sangat disayangkan, individu sekelas anda mengeluarkan kritik yang bersifat hujatan ala preman di media publik kita tersayang ini. Kritik sangatlah baik dan diperlukan bagi individu-individu yang ingin selalu belajar dan memperbaiki diri. Namun tentunya dengan cara-cara yang santun dan terpelajar. Terima kasih
warga delft, Radix adalah (possibilities) : a. cowok stres+patah hati yg cewenya direbut anggara b. cewe stres+patah jati yg cintanya dtolak anggara c. co homo yg cintanya dtolak anggara (pa buzz kan msh normal :p) c. org stres yg pengen bgt menang jd presenter terbaik tp gagal kekekekekek...olah dix..dix..
Amaltia Gunawan, Sebenarnya hal kritik-mengkritik ini jika kita budayakan akan membuat suatu pencerahan baru bagi bangsa. Anggaplah ini biasa, bukan menjelek-jelekkan atau menjatuhkan nama baik. Kritik adalah salah satu sarana untuk membuat langkah kedepan yang lebih baik. Tetap budayakan saling mengkritik yang berimbang dan elegan ya, selain tetap melakukan auto-kritik. Salam hangat
Lekstraat1, Acaranya kaku? masa sih? denger2 dari acara ISSM kemarin 5 potential pasangan akan meresmikan diri kalo mereka memutuskan untuk berhubungan.. bukti dari ketidak kakuan, lebih dr sekedar silaturahmi, dan lebih dari sekedar persahabatan ;)
Lekstraat1, Buat Panitia ISSM selamat atas keberhasilannya untuk menarik perhatian teman2 dalam memberikan komentar2 yg menarik..
Lekstraat1, RADIX.. Tolong kita semua diberitahu identitas dan contact number anda yg sebenarnya sehingga kita bisa segera mendelegasikan pekerjaan yg mulia buat anda yaitu: 1. Ketua Pelaksana ISSM 2009 2. Moderator Utama ISSM 2009 3. Ketua Humas ISSM 2009
Lekstraat1, 5. Terima kasih buat PPI Wageningen yg sudah membantu kesuksesan acara terakhir di Keukenhof, but wait.. berarti ada personnel PPI Delft, yg notabene punya andil besar dalam kesuksesan acara Keukenhof ini, sudah diakui menjadi warga PPI Wageningen.. waah apakah ini karena seringnya beliau ke Wageningen?? tp yg jelas lagi2 membuktikan hubungan silaturahmi antar personel/organisasi yg cukup erat sehingga tidak ada lagi identitas PPI tertentu..
UUL, Saya peserta dari Indonesia. To Radix:(Point2),Saya mengikuti pembukaan dg seksama, setahu saya hadirin yg hadir jauh lebih dari 20 orang. (Point3). Model kritik tonjok orang beginian sangat tidak santun dan tidak intelek. (Point 4), acara didisain dg mempertimbangkan alokasi waktu. Ajang spt ISSM adalah kumpul2nya ilmuwan indonesia dari berbagai negara, panitia yg memfasilitasi. Kalau peserta sendiri yg kurang mau sosialisasi, kurang proaktif dlm bergaul dg peserta lain, membagi ide dan bertanya ke peserta lain diluar sesi acara, ya tentu rugi sendiri mahal2 datang ke ISSM. Kalau sdr Radix memandang acara terakhir santai2 jalan2 ke Keukenhof sukses sementara acara serius diskusi ilmiah gagal total, hmmm... ntahlah :-). Terimakasih utk kerja keras Panitia selama 1 tahun bekerja. Tak ada yg sesuatu sempurna. Tapi selalu kita berusaha menjadi lebih baik utk ISSM tahun2 ke depan...Oya, utk DEWI, lebih baik kalau hubungi ES langsung, or detik.com kalau sdri secara pribadi tak suka sama beliau. Kami2 tuh simpatik dg kerja beliau.
Wananto, ISSM itu juga diliput langsung oleh LKBN Antara dan KOMPAS lho...... Lalu juru bicara siapa Antara dan Kompas??? Atau ini bagian dari serangan idiologi karena menjelang pemilu??? Hhehehehe....Setahuku Pak ES juga menulis kegiatan gereja, Natal, PPI, semua tidak dibedakan. Beliau juga tdk pernah konflik, apalagi dgn anda. Aku dah email beliau ngasih tahu comment anda, apa jawab beliau???? Ini jwbnya, --Terimakasih, tapi biar saja. Orang bebas menyampaikan komentar. Saya kira Detikcom satu-satunya yang berani membuka kran opini publik selebar itu. Itu bagus untuk mendidik dan membiarkan publik berlatih menyampaikan opini. Suatu saat orang akan mengenang itu sebagai kebaikan. Kalau isinya memang masih seperti itu, ya itu sebuah proses. Lama-lama akan baik. Sejauh tidak memuat kebencian SARA atau jorok bahasanya, tidak masalah. Tidak apa2--
Donny Peserta, Tenang aja Pak Buzz (Anggara Rhabenta), pohon menjulang tinggi memang akan banyak kena hempasan angin. Saya banyak ngobrol dengan peserta, hasilnya saya tak mendegar feedback negarif. Peserta dari berbagai negara terutama dari tanah air sangat appreciate. Apalagi gedung Fak Arsitektur pada hari itu kebakaran sampai habis, sehingga lokasi ISSM yg berdekatan ikut diblokir polisi. Panitia hari itu juga saya lihat pontang-panting harus mencari lokasi baru. Melobi kiri kanan dan berhasil. Padahal ngurus sesuatu secara dadakan di Belanda tidak mudah. Pengritik niatnya kan memang mau mendiskreditkan/menyerang membabi buta di depan publik, tapi publik terutama peserta akan melihat pihak mana yg baik dan mana yg tidak. Masak orang terpelajar begitu terhadap sesamanya? Kalau moralnya baik kan bisa kirim kritikan langsung.
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).