detikcom



 

11/03/2008 17:22 WIB
Hendarman: Bisnis Permata atau Suap Dibuktikan di Pengadilan
Gagah Wijoseno - detikcom

Jakarta - Beberapa kalangan melihat kasus suap Jaksa berusaha dialihkan menjadi bisnis permata. Menanggapi hal itu, Jaksa Agung meminta untuk mengikuti penyidikan di KPK.
(gah/ana)


Komentar terkini (9 Komentar)
dony, Urip, salah satu dari 35 jaksa terbaik, dalam memanipulasi dan mengamankan kebobrokan kejaksaan. Untung..untung gua blom pernah bayar PPh, dan ga akan pernah slama Urip dan Urip2 laennya ga dihukum mati. Urip digantung, Artalyta dipancung, Bangsa untung. (Niru2 slogan pertamina...hehehe).
samin, Ini DAGELAN + BANYOLAN ndessooooo
ahmad, sebenernya kalo UTG ngaku dagang permata, harus dibuktikan, 1. kontrak jual beli permata diatas segel termasuk tanggal kontrak 2. Atas transaksi itu harus bayar PPN, jd harus ada bukti pembayaran PPN bisa dilacak di kantor pajak, 3. Harus ada invoice/faktur jual beli atas sahnya jual beli, apalgi nilainya mencapai milyaran 4. UTG harus punya badan usaha untuk bisnis permata. Kalo semua poin diatas gak ada brarti URIP boong, ato kalopun dia tetap gak ngaku brarti dia melakukan penggelapan pajak, melanggar UU perdagangan, ato penyelundupan kalo permata itu berasal dari luar negeri,termasuk untuk jual beli permata harus ada sertifikat mutu, adakah semua bisa dibuktikan???
Ucup Kalla, Suap dan korupsi adalah budaya - budaya harus dijaga, dilestarikan dan diwariskan. Jadi suap dan korupsi harus dijaga, dilestarikan dan diwariskan. Sinergi yang indah dari pengacara AS, atasan UTG dan pimpinan KPK. Tinggal pengadilan Tipikor yang masih bisa diandalkan, tapi kalo dituntut bebas seperti Nurdin Halid di Makassar tempo hari.
curiga, naga2nya si hendarman ini juga setali tiga uang coba alihkan kasus suap ke jualan permata, gk ada nada goodwill dlm pemberantasan jaksa korup kayak urip, ato jgn2 terlalu byk pejabat yg makan duit nursalim ya pak..??!!
al ard, kalau betul berdagang, kenapa dengan orang dekat tersangka? lihai banget berkelitnya. Bisa-bisa nanti cuma kena sanksi disiplin PNS. Ah, jadi membayangkan Jaksa Urip nyanyi: hei, kalau aku kena, akan kuseret semua yang juga terima uang BLBI!! Penyidik KPK tolong seriusi kasus ini, jangan menjadi blunder kayak kasus hulunya, BLBI. Rakyat sudah muak jadi korban.
Johan Chandra, Ealah Urip... Urip... kamu tu loh kok spt anak kecil yg nggak lucu tapi mbencekno toh. Bikin alasan kok nggak masuk diakal.. Ketauan suap lah kok bikin alasan jual permata...mbok ya jual ke saya aja, jualan kok ke orang utan yg konglomerat bermasalah. Udahlah kamu itu nggak usah banyak bacot tapi ngaku aja kalo kamu itu terima suap...ya kan? Jaksa lah kok spt preman... You memang pantas ditembak mati!!!!
  1


Kirim komentar anda:

Masukkan kode dibawah untuk melanjutkan atau refresh halaman untuk mengubah kode.
Captcha
Baca juga:
Informasi Pemasangan Iklan Banner:
Elin Ultantina
Email : iklan@detiknews.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.520,526


SMS Iklan

gratis dana hibah 99 juta sehari info www.pesona99.com or 081 25911499 (628125911499)