Berita Lain

Indeks Berita


Jumat, 27/11/2009 16:47 WIB
Bocah 9 Tahun Terinjak-injak Saat Pembagian Kurban
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Sungguh malang nasib Elis (9) hari ini. Demi mendapatkan sekantung daging kurban ia harus terinjak-injak sampai dua kali. ( her / gah )

Komentar terkini (18 Komentar)
Ganjalan, Anak2 ikut antri pembagian daging kurban, apalagi antrinya berbarengan dengan orang2 dewasa, adalah wujud watak keserakahan manusia. Maunya ortu dapat jatah dan anaknya juga dpt.. Keserakahanpun bisa timbul pada orang2 kalangan bawah. Dilokasi saya, alhamdulillah berjalan cukup baik, walau ada yang bikin kesal, susah diatur, terutama wanita dan pria dewasa. Systemnya dibariskan pria dewasa, Wanita Dewasa dan anak2. Setelah berbaris bagikan kupon semua. Setelah itu ambil daging. Lha yg orang dewasa susah diatur. Pdhl dpt kupon pasti dapat daging.., antrinya amburadul mau cepet2 dapat jatah, kemudian berusaha antri lagi di lokasi pembagian lain. Wah resek banget
gadis, Ortunya Elis aja yg goblok....anak umur 9 th kok disuruh ikut ngantri? apa ga sadar kalo org ngantri jatah kayak gitu pasti bakal uyel2an? oon kok dipelihara
Aron nababan, Knp sapinya mengamuk? Barangkali karena sapi tsbt hasil dari Pemerasan Masyarakyat. Kenapa Elisnya sampai terinjak2? Barangkali karena Panitianya hanya butuh Pujian. Kenapa itu semua bisa terjadi? Barangkali karena Negeri ini adalah Negeri Miskin, yg dipimpin para koruptor. He..He..He..
Serakah, Yg antri itu yg serakah, byk dari mereka yg udh dpt daging ikut ngantri lagi n byk juga yg ngk layak dpat daging qurban ikutan ngantri ngk bisa di atur lagi, di sumut koq gk ada tuh yg antri ampe kyk gitu krn orngny mau di atur n ngk serakah..
Aaaah, dasar org indon!
yg Salah penyelenggara Negara, jangan salahkan yg antri daging Kurban mereka butuh makan..... salahkanlah penyelenggara negara ini SBY kemiskinan bertambah tinggi. setiap ada antrian zakat, angpao atau yg lain pasti masyarakat berebut karena butuh.
deem51 Setuju!! Sibuk ngurusin Century - Bibit Chandra - Antasari, sang penyelenggara nggak punya waktu ngurusin antrian daging kurban, zakat, angpao ......! Kayaknya lebih baik berhenti jadi peyelenggara.
heru, orang2 hanya memikirkan diri sendiri.... harusnya juga pembagian kurban diawasi oleh polisi. kejadian2 seperti ini selalu saja terjadi.... kasihan masyarakat kita, lemah sekali kecerdasan baik emosional maupun spiritualnya.
dengan kata lain, bego .
Many, Buat mas Hery Winarno: lain kali kalo ngelihat orang keinjak-injak ya mbok ditolong, jangan cuma mburu berita aja mas! Wartawan juga harus punya nurani. Btw aku kasih nilai A+ buat berita tentang qurbannya BHD dan Susno yg hatinya cacingan :-P
deem51 Hery Winarno alias Fendy alias Santi? Sangat mungkin!!
Fendy aq sarankan jgn asal nuduh orang ga ada hati nurani...anda yg bicara gt mesti jahit tu mulut.. Anda mana tahu kondisi lapangan. Anda yg nuduh itu paling cuma enak2 aja di rumah ngopi, baca koran, nonton tv, hbs itu komentar sampah..
Many Aku tau mbak Santi, tapi wartawan kan juga manusia yg punya nurani. Jangan hanya jadi robot pencari berita. Ingat gak waktu gempa sumbar? Wartawan dihajar karateka yg keluar dari reruntuhan. Si wartawan bukanya bantuin malah cuma ngrekam. Buat para wartawan: BEKERJALAH DG NURANI, KALAU GAK MAU DIHAJAR SANA-SINI. Cheers!
santi gimana, sih... tugas wartawan adalah mencari berita dan mewartakan...
Pemerhati, Melihat bgtu banyak masyarakat yg antri berdesakan di seantero negeri, hanya untuk dpat daging kurban cuma sekiloan, BPS perlu menghitung ulang angka kemiskinan di Indonesia. Kalau tdk salah angka Kemiskinan menurut BPS 16 atau 18 persen seperti kurang akurat kalau realitanya begini
Audy, Yg merasa KAYA bermental "GILA PUJIAN", yg MISKIN bermental "PENGEMIS". Pejabat2nya bermental FEODAL. Pengalaman kyk gn trjd setiap tahun. Itulah potret budaya indonesia. Memuakkan! Primitif!
adi yang merasa pinter kayak loe bermental "BACOT", mending diem dan terus berkarya daripada bisanya cuma ngemeng aja di detikcom!
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).