Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 23/11/2009 11:23 WIB
Tenggelamnya Kapal Dumai Express Ciderai Program 100 Hari SBY
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Salah satu program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono adalah mengurangi tingkat kecelakaan dalam bidang transportasi. Peristiwa tenggelamnya Kapal Dumai Express jelas telah mencoreng program 100 hari tersebut. ( yid / iy )

Komentar terkini (9 Komentar)
abdulyudoyono, walah walahhhhh, apa ini wakil rakyat komentar yang kayak beginian di saat musibah. Jangan nyalahin Presiden trus dong?? buat apa ada mentri dan mentri punya bawahan dirjen dll. semua itu diangkat melalui sumpah kan melaksanakan tugasnya sebenar benarnya. harusnya mereka yang bertanggung jawab, wong kerja di gaji kok malah masih pada korupsi. Sampean juga jangan enak enakan, samapean kan fungsinya pengawas diluar birokrasi pemerintah. buat apa ada badan komisi di DPR, Jangan mentang mentang sudah di DPR samapean tidur pulas dengan fasilitas dari uang RAKYAT, kerjanya marahin pemerintah. Gemblung sampean
Mengapa, Dasar ketua FPKB Marwan jafar gak ada otakny.. Org udah kena musibah bgni msh jg peduli dgn nama baik program 100 hari!
SENSASI (CARI NAMA), INI LAH ORANG ORANG YG BIKIN "SENSASI (CARI NAMA)" YG DIA KRITIK KE PEMERINTAH ITU GAK YAMBUNG..... KOK ADA YG MAU MILIH ORG KAYAK GITU,,,,,goblok sich
orang biasa, Inilah kualitas anggota dewan kita...politik..sih politik tapi pake logika dong, masak musibah alam dikaitkan program 100 hari. Aneh, kok ada yang milih orang kayak gini jadi wakilnya ya...
Webie Hukom, Hubungannya apa ya dengan program 100 hari...?? Ini kan cuaca, masak dihubungkan dengan pemerintahan SBY, ombak antara Gunung Batu, Kundur sampai Karimun itu tinggi...dari sebelum pak SBY memerintah juga sudah begitu
jipeng, Perahunya ditelan ombak boss, jadi gak nyambung ni beritanya.
FbY, Kayaknya katan program diganti aja jargon 100 hari, karena dari dulu program hanya dimulut aja kok ..... dan nggak ada mau menjalankan dengan serius. Contohnya obat kaki gajah sudah menelan korban jiwa dari jargon 100 hari Mentri Endang, lagi kapal tenggelam zero - report - accident dari jargon mentri perhubungan. dan yang lain2
vera, Pemilik kapal KM. DUMAI EXPRESS 10, PT. LESTARI INDOMA BAHARI (LIB) berkantor pusat di dumai. LIB telah menjalin "kerjasama" yg baik dgn pejabat kantor Adpel Dumai sejak lama sehingga kepentingan LIB sangat dilindungi oleh pejabat Adpel Dumai. oleh sebab itu LIB dpt menjalankan bisnisnya secara monopoli. akibatnya perusahaan pelayaran lain yg ingin berbisnis angkutan penumpang kapal laut sgt sulit berdiri dandipersulit oleh LIB dan pejabat adpel dumai untuk menjalankan usahanya. kapal milik LIB sdh sering mengalami kerusakan dan kecelakaan di laut. kapal milik LIB banyak yg tidak laik laut dan sering membawa penumpang melebihi kapsitasnya. Kolusi antara LIB dan pejabat adpel dumai telah berjalan lama sehingga kekurangan kapal selalu ditutupi seperti perlengkapan keselamatan kapal , kelailautan kapal, dll. sebagai contoh. liferaft(sekoci) yg ada di setiap kapal milik LIB tidak layak lagi. hanya label nya yg diganti sementara liferaft dan perlengkapan di dalamnya tidak diganti. untuk itu kami berharap tvone dapat membongkar kebobrokan kinerja dan kolusi pejabat kantor adpel dumai dengan tuntas. beberapa waktu yg lalu 3 org pejabat kantor adpel dumai ( kepala kantor, kabid gamat dan kasi kesyahbandaran ) diseret ke meja hijau karena tindak tipikor. Sebaiknya media jangan hanya bertanya pd dirjen yg hanya menerima laporan ABS dari Dumai. Dan yg paling penting, semua media lokal sdh menjadi bagian dari jaringan penjahat pelayaran ini. salah satu wartawan media lokal berinisial BE bahkan telah mendirikan sebuah perusahaan pelayasran di dumai karrena telah berhasil menjalin kerjsama yg baik dng adpel dumai dan pelindo untuk meredam kebobrokan kinerja mereka.. kami akan menunggu investigasi detik dan kami senantiasa memperhatikan keluhan kami ini. tks
waton, Kecelakaan terjadi karena ombak besar. Ombak besar seprti itu bisa trjadi kapan saja, bisa dalam 100 hari pemerintahan, bisa tahun depan, bisa kapan saja. Kayaknya kok gak nyambung ya ni berita...?? Kecuali klo kapal tenggelam karena mesin mati, kapal bocor gak ketahuan, nakhodanya ngantuk... dsb..dsb..???
Roni Betul tu kata mbak vera anda jgn menyalahkan alam.. Kita tdk pernah bisa melawan alam. Klo emang dah tau cuaca tdk memungkinkan seharusnya jgn dikeluarkan surat ijin berlayarnya. Sebenarnya bkn hanya dibatam didaerah kepulauan riau (KEPRI) juga begitu setali tiga uang... Tlg kepada stasion TV yg ada di indonesia utk melakukan investigasi... Karna saat ini rakyat tdk percaya lg kepada aparat penegak hukum nya karna hasilnya penuh kebohongan dan ditutup-tutupi.
Tug kyknya memang smua kapal2 penumpang ddaerah Kepri harus d uji kelaikannya ya mba? oiya, sy seorang pelaut, jd mau kapalnya laik skalipun dan bagus skalipun tp alam g bs dprediksi, ini dari pengalaman kami dan kami sering mengalami. jgn lupa brdoa.
@ waton, boleh tidaknya berlayar itu urusan birokrasi yang di pelabuhan sana pak
vera anda yg tdk nyambung. jgn salahkan ombak. sdh tahu cuaca tdk bagus knp adpel mengeluarkan surat izin berlayar? kapal penumpang tujuan dumai dari batam sering over. anda boleh lihat sendiri di batam. kenapa syahbandar membri izin berlayar padahal kapal membawa penumpang melebihi kapasitas. yg bermain adalah pemilik kapal dan syahbandar. kalau nakhoda tdk ikut perintah pemilik kapal resikonya diberhentikan.
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).