Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 16/11/2009 18:04 WIB
Pelarangan Siaran Langsung di Sidang dan DPR Ditentang Dewan Pers
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Dewan Pers menentang upaya pelarangan siaran langsung sidang di pengadilan dan DPR yang saat ini menjadi kontroversi. Pelarangan itu menurut Dewan Pers bertentangan dengan kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi. ( mpr / gah )

Komentar terkini (11 Komentar)
kampret btm, harusnya dewan pers nyadar, mereka ini kan masih belajar, ntar kalau udah pinter, siaran langsung akan boleh lagi... gicuuuu....
Sonjaya Akbar, Tuh kan dengar KPI (Dewan Pers) Lae Batubara telah memaparkan payung hukum prihal penyiaran dan pers, sepanjang pengadilan sidang tsb terbuka untuk umum artinya boleh didengar dan dilihat oleh semua lapisan masyarakat, nah kalau KPI kemudian nyleneh nglarang sidang atau rapat umum yang bersifat terbuka dilarang itu namanya AJAIB apalagi yang digelar masalah KORUPSI wah KPI luar biasa .... jangan jangan sampean pro koruptor, tunda saja wacana, rencana, atau apapun namanya lebih baik ayo kita berdoa semoga di negeri ini terbebas dari prilaku korup, setuju ... ?
Satu Kata, Lebih baik BUBARKAN K P I. Daripada kita kembali ke zaman ORBA.
anti.bego.com, Hari gene masih melarang-larang??? Apa kata dunia..?.. Selamat datang Orba tahap dua
donkkol, itulah Indonesia
porkost, biat di siarin aja deh pak soalnya kami sudah bosen sama drama dan sinetron yang ada di TV, sekarang kami mau nonton drama yang ada di senayan sana, kayaknya rame tuh buat hiburan lumayan pak........!!!!
badut senayan, badut badut kan malu kalo lagi diskusi dan pamer kebodohan di pelototin 250 juta rakyat indonesia...
Edan, Tuh khan sama aja. Mau dari PKS, Demokrat, PDIP, Golkar, dll... kalo udah dipemerintahan kayak getu. Hidup tifatul sembiring, menkominfo kita yang sekarang. Lebih parah dari Harmoko tuh.
difin, hidup kebebasan pers
Ronniarmanda, Kalo siaran langsung dilarang itu sama dengan pembodohan publik, Mengapa? karena dengan siaran langsung masyarakat jadi langsung tau apa yg terjadi tanpa ada rekayasa. Apa yang ditakutkan kalo langsung? Takut ketahuan buruknya ya??
1


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).