Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 16/11/2009 05:04 WIB
Rekomendasi Tim 8 Sambut Presiden SBY
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta - Di hari kerja terakhirnya, Senin (16/11/2009), Tim 8 akan menyampaikan rekomendasi final kepada Presiden SBY setibanya dari Singapura siang nanti. Rekomendasi siap menyambut tuan Presiden, minta ditindaklanjuti. ( lrn / amd )

Komentar terkini (15 Komentar)
bibih ibrahim, saya sangat kecewa dg SBY. tidak tegas! Dan jangan pernah bilang (potisi demokrat), "bahwa dengan mengabaikan rekomendasi akhir tim 8 pun, pamor SBY tetap stabil". ini konyol. ayo dong tunjukan bhw hukum itu ada dan keadilan akan memihak pd yang benar.
ardi, SBY selalu dipuji-puji, karena topengnya telah memabukkan banyak anggota rakyat ini. Apa kalian buta, kalo pimpinan tidak bisa bersikap tegas adalah karena pimpinan itu juga berada didalam lingkarannya. Bahkan mungkin juga dalangnya. Mudah-mudahan kebenaran akan segera terlihat.
Acil Lagoa, SBY berhasil membuat blunder terhadap dunia hukum Indonesia, memang kalau dilihat Undang-Undang yang ada sudah jelas bahwa penanganan masalah hukum telah diatur oleh lembaga yang dibentuk untuk itu. Kalau dipahami berarti rekomendasi tim 8 harus mematuhi Undang-Undang yang berlaku. Hak prerogatif Presiden dalam Undang-Undang Dasar 1945 belum pantas untuk Presiden mengambil alih karena Negara tidak dalam keadaan darurat. Nah.. harusnya para orang pinter itu sadar apakah mungkin SBY mengambil keputusan bila melanggar Undang-Undang...? lalu untuk apa dibuat tim 8..? seseorang yang terbangun kaget dari tidur berkata \"astaga ternyata mimpi\", dan seseorang yang pulang dari bioskop berkata \" mau aja ya bintang film itu main film jorok padahal perannya menjijikan, padahal aku tadi memihak salah satu dari mereka\" . Lakon yang dimainkan tidak membingungkan rakyat, melainkan rakyat sudah paham bahwa apapun yang terjadi merupakan sandiwara politik yang ujung akhir dari cerita ini adalah terciptanya seseorang pahlawan untuk menengahi masalah tersebut...\"dikarenakan tidak mampunya kita menyelesaikan hal ini maka saya putuskan...bla..bla..bla.. dan semuanya tertegun...
Wahid, Saya kira, bung Anis Basweden, terimakasih atas usaha gigih anda untuk memaksa Presiden membentuk dan melantik Tim 8, yang didalamnya juga ada anda kan..? Tapi jangan terlalu bersemangat, kalau memang mau maju 2014, isu isu ini tidak akan menaikkan citra anda, bahkan orang pada bosen negeliat anda, berkomentar yg diluar kewenangan anda, alias memaksa, bukankah adanya tim 8 ini juga karena anda2 memaksa bukan..? So inget inget lah.. kalau mau memulai, memulai dengan cara yang soft, jangan cari musuh atau pertentangan dengan banyak pihak, baik eksekutif maupun legislatif bahkan yudikatif, karena akan memberikan nilai minus untuk anda, coba caranya dirubah sedikit yg membuat semua orang senang dan tentu itu akan menguntungkan anda, kecuali kalau anda punya modal besar dan mulai membuat partai sendiri, bau jalan barang tu, kalau ndak nanti anda menyesal, ok, renung renungkanlah.....!
dimdim Ada masanya kita musti tegas, musti hitam putih. Hukum Indonesia sudah busuk-sebusuk-busuknya, kenapa musti abu-abu?! Kenapa musti soft? KPK nggak perlu ada, apalagi Tim 8. Gak perlu. Kalau hukumnya bener ditegakkan. Aparatnya bersih. Tapi kan nggak.? Kejaksaan, polri main ktor, atas nama hukum, bersekongkol ngatur-ngatur perkara supaya membebaskan yang punya duit dan menjebloskan yang menegakkan hukum. Jancuk!!. Lanjut Bung Anis Baswedan, rakyat tahu sosok yang bersih dan tahu yang makan atawa kecipratan uang haram...
Wardi Ondim Yang bela2in "oknum" polisi dan jaksa; pasti sudah biasa makan duit haram juga!!! Masa sih hati nuraninya ndak berkata pada kebenaran??? kalau bukan isi perutnya sudah barang2 haram semua!!!
Acil Lagoa, SBY berhasil membuat blunder terhadap dunia hukum Indonesia, memang kalau dilihat Undang-Undang yang ada sudah jelas bahwa penanganan masalah hukum telah diatur oleh lembaga yang dibentuk untuk itu. Kalau dipahami berarti rekomendasi tim 8 harus mematuhi Undang-Undang yang berlaku. Hak prerogatif Presiden dalam Undang-Undang Dasar 1945 belum pantas untuk Presiden mengambil alih karena Negara tidak dalam keadaan darurat. Nah.. harusnya para orang pinter itu sadar apakah mungkin SBY mengambil keputusan bila melanggar Undang-Undang...? lalu untuk apa dibuat tim 8..? seseorang yang terbangun kaget dari tidur berkata \"astaga ternyata mimpi\", dan seseorang yang pulang dari bioskop berkata \" mau aja ya bintang film itu main film jorok padahal perannya menjijikan, padahal aku tadi memihak salah satu dari mereka\" . Lakon yang dimainkan tidak membingungkan rakyat, melainkan rakyat sudah paham bahwa apapun yang terjadi merupakan sandiwara politik yang ujung akhir dari cerita ini adalah terciptanya seseorang pahlawan untuk menengahi masalah tersebut...\"dikarenakan tidak mampunya kita menyelesaikan hal ini maka saya putuskan...bla..bla..bla.. dan semuanya tertegun...
Acil Lagoa, SBY berhasil membuat blunder terhadap dunia hukum Indonesia, memang kalau dilihat Undang-Undang yang ada sudah jelas bahwa penanganan masalah hukum telah diatur oleh lembaga yang dibentuk untuk itu. Kalau dipahami berarti rekomendasi tim 8 harus mematuhi Undang-Undang yang berlaku. Hak prerogatif Presiden dalam Undang-Undang Dasar 1945 belum pantas untuk Presiden mengambil alih karena Negara tidak dalam keadaan darurat. Nah.. harusnya para orang pinter itu sadar apakah mungkin SBY mengambil keputusan bila melanggar Undang-Undang...? lalu untuk apa dibuat tim 8..? seseorang yang terbangun kaget dari tidur berkata \"astaga ternyata mimpi\", dan seseorang yang pulang dari bioskop berkata \" mau aja ya bintang film itu main film jorok padahal perannya menjijikan, padahal aku tadi memihak salah satu dari mereka\" . Lakon yang dimainkan tidak membingungkan rakyat, melainkan rakyat sudah paham bahwa apapun yang terjadi merupakan sandiwara politik yang ujung akhir dari cerita ini adalah terciptanya seseorang pahlawan untuk menengahi masalah tersebut...\"dikarenakan tidak mampunya kita menyelesaikan hal ini maka saya putuskan...bla..bla..bla.. dan semuanya tertegun...
Pesimis, ....
Banteng muda, Kita sbg rakyat hanya melihat dan mendengar kata"lanjutkan"dr bpk sby utk menindak lanjutin dr team 8.jangan sampai team 8 hanya utk berbaikan citra.
Anak Bangsa, Tim 8 kerjanya hanya menyampaikan pendapat dan dapat uang --- jadi sudah baguslah, daripada saya berpendapat tapi tidak dapat uang ha ha --- inilah LUDRUK INDONESIA
Dodol, Gw juga sering jadi team pencari fakta yg di bentuk oleh pucuk pimpinan.Yg hasil rekomendsinya sdh brg tentu untk di lanjutkan. Lha... kalo sampe di tolak logika apalagi yg di pakai. Dibentuk bentuk sendiri kmd di tolak tolak sendiri, di buang buang sendiri lalu dijilat jilat sendiri.
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).