Berita Lain

Indeks Berita


Kamis, 16/07/2009 21:01 WIB
Pertemuan Polri-Kejagung
Hendarman: Ini Rahasia Negara

Novia Chandra Dewi - detikNews

Jakarta - Kejagung dan Polri akan segera bertemu. Namun Jaksa Agung enggan membeberkan detil pertemuan tersebut. Menurutnya ini masuk kategori rahasia negara. ( rdf / rdf )

Komentar terkini (13 Komentar)
kwekk, PERTEMUAN YANG DIAAR OLEH RAKYAT BERSIFAT RAHASIA UNTUK RAKYAT BUKAN RAHASIA HANYA UNTUK ANDA...
Xanto, Rahasia negara atau rahasia pribadi? Undang BIN dan Bais dong, nanti kita tentukan rahasia negara atau ndak.
Kang Ghumandul, apa yang jadi rahasia? katanya kita musti transparan. Yang rahasia itu cuma yg di dalam celana itu boss. Kalau pake celana transparan kan jadi nggak ada rahasia lagi.
Prabu, Sampai KIAMAT pun di Negara Indon , KORUPSI tidak bakalan bisa di BASMI atau di BERANTAS . habis semuanya kebagian ! uang Negara di Rampog di Curi , terang terangan tanpa ada rasa bersalah . siapapun Pejabatnya sama saja . Tahta , Harta dan Wanita ! itu tujuan para Penguasa di Indonesia , nasib Rakyat ? dan Negara mereka tidak ada perhatiannya .
mentok, Ini rahasia SBY
buaya_mencret, halah mau korupsi aja pake rahasia2an. sudah saatnya rakyat benar2 bangkit melawan koruptor buaya kyk gini. jijik bener nih buaya. rakyat masih banyak yg kelaparan dan ditindas penguasa.
kibul, pejabat kaya gini.. musti dilawan sama massa...die lagi kong kalikong mumpung nasih pegang jabatan buat ngebiri KPK supaya kalo die udeh kaga pegang jabatan kaga ade nyang usik boroknye......
kroyok_kpk, Kajagung and polri mau mengroyok KPK agr kerdil Ayo KPK bongkar tu kajagung dan polri yg dari dulu meras aja
payah, Wah sebaiknya SBY, harus pangggil segera kedua petinggi negara ini.... kelihatannya niatnya tidak baik....
pArMin apa SBY jg ikut di dalamnya ? :) hehehe kita liat saja
Inzaghy, Kalau ini rahasia negara, ya harusnya bacotnya dikurangi dong. Kalau belum punya bukti diam2 aja dulu nggak usah teror ke KPK terang2an. Kalau ada bukti ya langsung tangkap oknum KPK nya. Walaupun nanti bisa dibuktikan ada oknum KPK yg bersalah, tidak akan mengubah sedikitpun image masyarakat terhadap citra kejaksaan dan kepolisian. Sekali buaya tetap buaya. Rezim sekarang ternyata suka melanjutkan memelihara buaya.
betul betul itu kata si pilih.. dia orang yang cerdas menurut saya
Pilih LANJUTKAN??? Siapa suruh kamu pilih yang meLANJUTKAN ??? Dari masa kampanye aja udah keliatan gelagatnya kearah mana saat SBY menlemahkan KPK dalam pidatonya. Mangkanya gw gak pilih dia. Gak nyesel kalo masih banyak kawan2 sebangsa gw yang tertipu oleh PENCITRAAN nya :(
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).