Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 13/07/2009 21:07 WIB
Ikut Sunatan Massal, Kepala Penis Kamaruddin Terpotong
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru - Nasib apes menimpa Kamaruddin, bocah usia 9 tahun yang ikut dalam sunatan massal. Dalam khitanan itu rupanya dia mengalami kecelakaan fatal yakni alat bedah laser yang digunakan dokter telah memotong kepala kelaminnya. ( cha / anw )

Komentar terkini (26 Komentar)
Aria Perdana, Ini satu kejahatan yang harus dituntut di pengadilan. Korban HARUS DIBELA .... lembaga bantuan hukum harus tampil, dan dokter diseret ke pengadilan, dan dituntut ganti rugi ...
ndokteran, ya namanya cekaklakan ya istifar saja, semoga bisa disambung. soal nantinya apa bisa ereksi apa tidak ya Insyaallah kita hanya berupaya. Kalau memang terjadi yang demikian ya den bagus supri musti belajar jadi spesialis supit supit aman dan tanpa rasa sakit apalagi kebablasan.
detiktll, kasian banget,inget adik sendiri di rumah,smoga dokter nya bertanggung jawab sampai sembuh.
anti sunat, ngapain lagi disunat ... katanya biar bersih. Yang penting mah anunya suka dicuci secara higienis aja lah
dodol dasar orang ga beradab, primitif banget.... dari hutan mana sih lo??? orang2 di amerika tuh disunat dari masih bayi, di eropa juga.. cuma orang2 ga berbudaya dan ga beradab aja yang ga sunat.. udah jelas2 berguna untuk kesehatan dan memperindah bentuk... dan juga bukan soal SARA, sodara gw katolik juga sunat koq.... yang jadi soal ya lo takut kan disunat.... CEMEN LO AH... KALAH AMA ANAK KECIL.....
dodol dasar orang ga beradab, primitif banget.... dari hutan mana sih lo??? orang2 di amerika tuh disunat dari masih bayi, di eropa juga.. cuma orang2 ga berbudaya dan ga beradab aja yang ga sunat.. udah jelas2 berguna untuk kesehatan dan memperindah bentuk... dan juga bukan soal SARA, sodara gw katolik juga sunat koq....
anti anti sunat takut ??? wkwkwkw nglewer kemana-mana.
Danil, Disini professi Dokter dipertaruhkan, tidak cukup hanya minta maaf. Hanya karena keteledoran Dokter, si anak bisa menderita seumur hidup. Minder terhadap pasangannya. Tidak bisa punya keturunan. Bahkan mungkin, kesulitan mencari pasangan hidupnya. Tidak cukup Dokter atau lembaga terkait hanya bertanggung jawab sampai sembuh.
TUHAN, Katanya Tuhan itu Maha Sempurna........... Kenapa Manusia yang nota bene merupakan ciptaanNya yang sempurna mesti di khitan lagi????????? Jangan jangan ini hanya merupakan ulah manusia untuk mendiskreditkan DIA?????
dodol orang ga berbudaya dan beragama ya begini ngomongnya... lo tinggal pilih mo ikut yahudi, kristiani ato islam... semuanya menganjurkan sunat... di amerika dan eropa orang2 sunat pas masih bayi... cari tuh di wikipedia klo ga percaya... yang jelas sih lo kalah berani sama anak2 itu.... CEMEN... PUSSY... PENAKUT.... DAN GA PUNYA RASA SENI.... lo tanya aja tuh cwe2 sukanya yg botak disunat ato yg ada kulit ngelewer2 kayak keriputnya kakek2.... huahahahaha....
midi Tuhan emang Maha Sempurna...tapi kenapa Tuhan juga menciptakan penyakit?? itu gunanya manusia diberikan berkah akal dan pikiran
Golok Khitan itu buat kesehatan juga,,goblok...Katanya manusia sempurna,,tapi kok masih ada operasi plastik,salon,make up,suntik silikon dll yg lebih ga jelas manfaatnya...hayo tanya kenapa..??.
amir, jangan2 itu bukan laser, akhir2 ini banyak penipuan, bilangnya laser padahal electric cutter (pisau panas kayak solder). mohon pengacara lbh membantu supaya panitia bertanggung jawab sampai si anak sembuh normal
awaludin, kasih ank itu,jika anunya g bisa brerksi.Apa yg d rasakan ank itu saat dewasa,Dokter dan panitia penyelenggara harus brtanggung jwb.SAMPAI ANK ITU SEBUH N BISA NORMAL.
awaludin, kasih ank itu,jika anunya g bisa brerksi.Apa yg d rasakan ank itu saat dewasa,Dokter dan panitia penyelenggara harus brtanggung jwb.SAMPAI ANK ITU SEBUH N BISA NORMAL.
awaludin, kasih ank itu,jika anunya g bisa brerksi.Apa yg d rasakan ank itu saat dewasa,Dokter dan panitia penyelenggara harus brtanggung jwb.SAMPAI ANK ITU SEBUH N BISA NORMAL.
1 2 3


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).