Berita Lain

Indeks Berita




Sabtu, 11/10/2008 01:10 WIB
Laporan Anggarannya Disclaimer, Dephan Sempurnakan
M. Rizal Maslan - detikNews

Jakarta - Laporan keuangan anggaran pertahanan tahun 2006-2007 Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI dianggap disclaimer atau tidak sesuai sasaran. Dephan akan segera menyempurnakan dengan melakukan pencerahan kepada para komandan pemegang keuangan. ( zal / mok )

Komentar terkini (2 Komentar)
dari desa, tentara apapun alasannya g akan bisa ngurusin bisnis yang mereka bisa cuman pegang senjata.kembalikan tentara kepungsi aslinya untuk menjaga keutuhan NKRI.sita semua aset untuk kepentingan rakyat banyak,negara sedang sekarat harusnya TNI lebih mau menjadi lebih arif dan bijaksana.kita tau jaman perjuangan tentara tdk saja berkorban harta tapi juga nyawa masa sekarang liat kondisi negra ini diam aja.sudah terlalu lama TNI diberi kekuasaan yg tidak mereka bisa kelola dengan arif dan bijaksana.sekalai lagi sita aset2 TNI dan biarkan org yg kompeten untuk mengurusinya agar bisa bermampaat buat rakyat banyak.
kopassus, DISCLAIMER....ARTINYA AMBURADUL........!!!! KETUA BPK PERNAH BERUCAP, SATU SATUNYA LEMBAGA - DEPARTEMEN YANG MASIH MERASA DIRINYA MASIH HIDUP PADA JAMAN JAHILIAH ADALAH TNI SEKALI LAGI TNI DAN JAJARANNYA HINGGA KE ATASE2 PERTAHANAN RI DI LUAR NEGERI YG KKN BERJAMAAH TIDAK MAU DIPERIKSA OLEH LEMBAGA PEMERIKSA KEUANGAN. LEMBAGA TNI DEPHAN ITU MERASA KEBAL HUKUM . MEREKA BERLINDUNG DI BALIK ALASAN PEKERJAANYA RAHASIA, INTEL LAH SEHINGGA GA PERLU DIKETAHUI OLEH SIAPAPUN TTG APA YG MRK KERJAKAN, DIBELI ATGAU DIMAKAN RAME-RAME HEHEHHEHEH ANEH BIN TOLOL KAN? DIJAMAN BEGINI MAJEMEN ALA SUHARTO MASIH DIHIDUPKAN, PADAHAL SUHARTO SENDIRI SUDAH DI LIANG KUBUR. BAGAIMANA NEGAAR NKRI BISA AMAN DAMAI SEJAHTERA KALAU PENJAGA KEMANANNYA SAJA MASIH GA MAU DIPERIKSA, DIAWASI DAN MENERTIBKAN DIRI? GIMANA MAUA DIPERCAYA MENJAGA KEAMANA NKRI? BULLSHITSSS!!!
1 

SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Daftar DETIK-ID?

Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

SMS Iklan

hanya dg investasi rp.50.000,- anda akan mendapatkan keuntungan seumur hidup (+627367009015)