Berita Lain

Indeks Berita




Sabtu, 06/09/2008 08:10 WIB
Agus Condro Dipecat
Pengamat: Dia Pantas Mendapatkannya

Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Seharusnya Agus Condro tidak perlu bingung dengan pemecatan yang dilakukan oleh PDIP terhadap dirinya. Hal itu merupakan konsekuensi dari perbuatannya menerima sejumlah uang selama menjadi anggota DPR. ( mok / mok )

Komentar terkini (57 Komentar)
Memeq, Sebenarnya kita ini bodoh semua, sudah dari awal DPR itu korupsi, di tilik dari kata komisi satu, komisi dua dst......anda tahu kan arti komisi ? jadi jangan anda menyalah kan DPR kalau menerima komisi, saya usul untuk periode mendatang ketua DPR / MPR akan mengganti kata komisi menjadi devisi atau kata lain nya, shg tidak melegalkan komisi lagi ? salam.
Memeq, Kalau mau jujur sejak awal menerima jabatan (sesuai dg sumpah jabatan yg diucapkan), bukannya sekarang itu namanya manuver politik.
Darm, SUDAH KORUPSI KOK MAU JADI PAHLAWAN, YANG DIPECAT BERMASALAH YANG MEMECAT JUGA HIMPUNAN ORANG BERMASALAH, JANGAN PILIH PDIP!!!!!
shaq, Arbi Sanit .. sama saja dengan PDIP ..mau belain PDIP yang busuk itu? mimpi kali ya
realita, menteri esdm kini yg dulu juga terlibat dlm urusan ini ada berikan pernyataan bhw tangguh sdh 20 tahun ditawar2kan ke seluruh penjuru dunia , tapi akhirnya china saja yg mau . kemudian saya baca bhw lng natuna tdk bisa di jual dgn harga normal krn mahal biaya produksi krn mengandung racun . adakah gas tangguh juga sama dgn natuna ? ada yg bisa beri penjelasan ? kenapa tangguh sdh 20 tahun tdk laku2 ?
holmal, hei pengamat (?) kalau pernyataan agus condro dijadikan dasar pemecatan, kenapa cuma setengah. pernyataan ada anggota PDIP yang lain ikut menerima kok tidak ditindaklanjuti ???? kamu orang PDIP ya ??? pantesan...kamu ikut menerima duwit itu ya ???
heru, HELLO SDR-SDR ...MENDINGAN KITA GOLPUT SAJA.. PADA PEMILU 2009...SEMUA PARTAI DI INDONESIA PADA MUNAFIK...SEMUA...DARI PADA KITA DOSA..MENDINGAN JADI GOLPUT...HIDUP GOLPUT....
Arbi Sunat, Selama ini PDIP selalu dipojokin, kalau tidak saya siapa lagi yang ngebelain? Hai wong cilik kalau ingin hidup segan mati tak mau tusuk mbok Mega dan si moncong putih he he he
Tuan Maharanu, Tks pada bang Arbi, opininya mencerahkan rakyat yg telah sekian lama terbius budaya korupsi sistemik di negeri ini. Org spt Agus, trima suap, beli mobil mewah, foya2, ketahuan lalu berteriak org lain juga terima dg tujuan bagi2 dosa atau melempar dosa. Knapa ga dari dulu teriaknya? Bang Arbi menyentak kita dg kembali ke persoalan semula, siapa yg menikmati uang haram lalu melempar batu pertama? Thd sikap yg banyak berkembang skrg ini TERIMA UANGNYA TP JNG MAU DIDIKTE adalah tetap keliru. Terima duit suap = korupsi = salah = immoral = telah dibeli, gak mslh nurut dg maunya pemberi ato tdk tetap salah.
Arbi Sanit ini suka jilatin pantat ratu kebo gendut juga ya, ...
1 2 3 4 5 6 

SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Daftar DETIK-ID?

Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

SMS Iklan

kirim nama, almt lgkp, kode pos via sms ke 021-71625252 (+6281519235252)