Jakarta - Upacara bendera lazimnya diadakan siang hari. Tetapi pada Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, karena berbarengan dengan hari raya Idul Fitri, upacara akan dilangsungkan tanggal 1 Oktober dini hari.
( did / mok )
Komentar terkini (14 Komentar)
Aneh,
Kalau mau diperingati lagi, rada lucu.....tahun 65 itu siapa memberantas siapa? Wong Soeharto kenal baik sama Untung yg dituduh mendalangi PKI....... Jeruk makan jeruk dong.....hehehehe.....Mendinga n sejarah diluruskan dahulu..
ndoweh,
pokeke sip wes
pancasila emang sakti
doddy,
SANGAT PERLU SEKALI DI PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA INI MERUPAKAN SEJARAH DAN INDENTITAS BANGSA INDONESIA DAN SEBAGAI DASAR DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DARI PADA SHOLAT IED MENDING UPACARA AJA ! , SAMPAI KAPAN BANGSA INI SELALU KALAH DGN KEPENTINGAN GOLONGAN TRUS YG AKAR BUDAYA NYA BUKAN DARI NEGARA INDONESIA TERCINTA INI, TEGAS DOOONG BPK PRESIDEN , PANGLIMA TNI , KAPOLRI ,MAU JADI APA NEGARA TERCINTA INI
bejo,
Tidak perlu diperingati, hari pembodohan dan kebohongan sejarah. Lebih baik memperingati hari lahirnya Pancasila saja yaitu 1 Juni 1945.
Istiqlal,
Oh ...ICMI akan bertakbir keliling Lubang Buaya dan Monumen Pancasila Sakti. Islam selama ini mengharamkan istilah SAKTI bahkan mengharamkan memuja benda melebihi manusia.
Selama ini secarik kain yang kebetulan berwarna merah putih diongkosi ratusan juta untuk sekedar dikibarkan ditiang bendera yang kebetulan berada di Istana Negara.
Bahkan KPK tak mungkin bisa mengaudit dana ini.
ICMI akan mengembalikan Islam menjadi agama tahayul demi kedudukan segelintir tokohnya. Astaghfirullah.
Ariyanto,
1 Oktober, Hari Kesaktian Orde Baru.
Keberadaan Pancasila sebagai sebuah falsafah hidup mengundang tanda tanya besar ketika 1 Oktober dijadikan sebagai hari Kesaktian Pancasila. Sebagian orang memandang keinginan untuk mempertahankan peninggalan kebijakan orde baru itu justru melemahkan esensi Pancasila sebagai falsafah, penuntun manusia untuk hidup sebagai layaknya manusia beradab. Betapa tidak, bila Kesaktian Pancasila itu lahir atas dasar peristiwa berdarah, yang merupakan lembaran hitam bangsa ini. Logika mana yang dapat membenarkan bahwa Pancasila dianggap sakti ketika militer dan rakyat berhasil menyelamatkannya dengan melenyapkan jutaan nyawa manusia Indonesia yang notabene mengakui Pancasila sebagai miliknya juga? Jikapun yang dibunuh itu adalah kaum komunis, adakah Pancasila menuntun bangsa ini untuk menghabisi nyawa mereka?
Bukan hasrat ingin mengecilkan arti gugurnya beberapa jenderal di Lubang Buaya, namun apakah Pancasila mengajarkan untuk membunuhi orang lain (baca: rakyat) sebagai bayaran bagi tujuh jenderal itu? Tidaklah salah jika ada kalangan yang berpandangan bahwa pembunuhan besar-besaran pasca peristiwa 30 September 1965 itu bukan atas arahan atau tuntunan Pancasila, tetapi dilakukan oleh oknum pemerintah transisi saat itu. Artinya, Pancasila tidak harus menjadi kambing hitam sebagai terdakwa dalam diskursus ini. Jika logika tersebut boleh kita adopsi bersama sebagai sebuah kebenaran, maka sesungguhnya yang sakti itu bukan Pancasila, tetapi oknum pemerintah transisi masa itu alias pemerintah orde baru. Jadi seharusnya bukan hari Kesaktian Pancasila, tetapi hari Kesaktian Orde Baru.*** (Dikutip dari: www.kabarindonesia.com-30-Sep- 2007, 02:41:22 WIB )
pekak,
seeeetujuuuuuu........
dogol,
Cocok upacara hari kesaktian pancasila dilaksanakan dimalam yg gelap sesuai dengan pengamalan pancasila yg masih gelap
Aidit Family,
Hari Kesakitan Pancasila hanyalah akal-akalan Soeharto untuk menyingkirkan semua lawan politiknya. Oleh karena itu kami usul kepada pemerintah untuk meniadakan peringatan ini dan memulihkan nama baik korban2 pembersihan Soeharto.
pancasila,
Hayoooo......masih ada yang inget sila-sila pancasila kagak? hahahahahaha........