Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutuskan para tergugat dalam kasus susu formula berbakteri harus mengumumkan merek-merek susu formula yang diteliti oleh IPB. Penggugat berharap agar pengumuman itu dilakukan secepatnya.
( sho / iy )
Komentar terkini (10 Komentar)
pminum susu,
Saya kira kini yang paling senang dng hasil ini adalah ... Ibu-ibu yang punya balita!!!.
Bravo pak David yg mau susah payah mengusahakan ini.
ibu rt,
@Amin.. mbok
yao apa-apa jgn dikaitin terus sama amerika. bisa Ge Er tuh amrik dianggap adi kuasa banget. klo emang kputusan pengadilannya baik utk rakyat, knp sih dihargai. demi rakyat juga. biar aja Amerika senang, rakyat senang. Amerika?? g penting lagee
ASI,
Buat MenKes yang sudah tidak Sehat,saudara Siti Fadillah Supari makanya jangan ngurusin virus-virus H5N1 saja yang diteliti di luar negeri, dengan mencari sensasi dengan bukunya. Urusin itu mafia obat di RS-RS dimana dokter-dokter jadi sales obat segala, urusin itu rumah sakit yang tidak menerima rakyat kurang mampu di RSCM,ngurusin susu saja kagak bisa gimana loe jadi mentri
Amin,
Saya kira kini yang paling senang dng hasil ini adalah ...Amerika!
Menteri Kesesatan,
Lha kalau diumumkan, produsen susu nyanyi..bisa bisa saya berurusan dengan KPK
kurang gizi,
Diumumin atau tidak, kalo emang itu berbahaya kenapa tidak di tarik aja. Menjelang lebaran biasanay makanan kadaluarsa dan berbahaya tertampang di etalase toko2 dan supermarket. Buruknya BPOM kita!
MANOWAR,
berarti sejak awal penelitian IPB adalah sst yang benar.. tapi MENKES malah menyalahkan IPB gimana ini..? ada intrik apa antara MENKES dengan pabrik susu?..ato jangan-jangan ada gerakan dari pihak-pihak tertentu untuk menghancur kan anak bangsa... dengan memberikan gizi yang buruk supaya anak bangsa menjadi kurang gizi dan bodoh...ttoolooonnnggggg..doon g segera umumkan...merek susunya... !!!!
bayi,
Paling juga nanti diulur-ulur waktu pengumumannya, sampai masyarakat lupa... Liat aja...!!!!
kadalin,
BPOM: akan kita umumkan tahun 2108, oke gak?
Bejo,
Sudah sepantasnya, pemerintah memang lamban. Semuanya harus menunggu korban lebih banyak lagi, baru deh diumumkan. Tidak menginformasikan sama saja membiarkan terjadinya korban.