Berita Lain

Indeks Berita




Jumat, 25/07/2008 01:48 WIB
ICAO Terima Standar Keselamatan Terbang, UE Menolak
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - ICAO bisa menerima perbaikan temuan auditnya di Indonesia. Sedangkan UE sebaliknya belum menerima. ( nwk / ndr )

Komentar terkini (9 Komentar)
jon, ya syukurlah berarti emang para pejabat kita di lingkungan Dinas Perhubungan masih belum bisa dipercaya dan terima nasib dulu lah yang penting benahi trus infrastrukturnya,mental pejabatnya dan kesejahteraan pegawai tehnisinya.
kok kaya orang gaptek ya?, Emang klo via internet artinya ga sopan? ini jamannya efisiensi bung.. Parah juga nih si botak, dah kebiasa jalan2 kali ya.. Atau jangan2 blon ngerti pentingnya internet ya? Bayangin aja biaya transportasi, akomodasi, dll... Pantesan aja Indonesia ga ada daya saing sama sekali. Konsep efisiensi aja ga ngerti.
Tolong nih dijawab, Lah, kalau baru 68% sayarat2 dipenuhi artinya belum selesai dong. Pak Menteri gimana sih...
luna, Le.Matang, doktor2 pakar penerbangan kita kan udah pada pindah keluar negeri, gara2 waktu itu PT DI ga diperhatikan kesejahteraannya, contohnya om ku, sepupu ku, mereka semua minggat ke canada ikut membangun perusahaan BOEING. toh disana dihargai...
luna, Le.Matang, doktor2 pakar penerbangan kita kan udah pada pindah keluar negeri, gara2 waktu itu PT DI ga diperhatikan kesejahteraannya, contohnya om ku, sepupu ku, mereka semua minggat ke canada ikut membangun perusahaan BOEING. toh disana dihargai...
soe, Bebenah dirilah Indonesia, sayang pangsa pasa turis eropa ke Indonesia yang menikmati maskapai MAS dan SQ, kita kepingin juga kalau ke Amsterdarm dengan pelayanan cita rasa Indonesia, maju terus GIA, ingat sejarahmu bermula dari pesawat Seulawah.
Le.Matang, Uni Eropa parah, ada motif bisnisnya supaya beli pesawat ke mereka (Airbus), klo ganti pesawat baru boleh terbang ke sana. Nanti gantian Amerika melarang terbang ke Amerika krn bukan Boeing yang di beli, Nasib dah.... mending hidupkan lagi usaha pesawat terbang di Indonesia. Mana nih Doktor2x indonesia yang sudah disekolahin ke luar negeri, ayo bikin yang bagus lawan dominasi Uni Eropa.
Bonski, Makannya benahi mental aparat pegawai negri Indonesia khususnya Departement Perhubungan ( Direktorat Jendral Perhubungan Udara). Mental yang selalu mencari keuntungan pribadi dengan "memalak" perusahaan penerbangan dengan mudahnya pemberian ijin dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara. Ini akibatnya seluruh bangsa menjadi malu dan sulit untuk memulihkan kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan penerbangan Indonesia
alisa, Syukur ada Uni Eropah yg tidak korup ! Dasar sifat org kita, kalau org Indonesia yg protes pasti gak didengar. Mesti di jewer sama Uni Eropah. Alhamdulllilah.
1 

SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Daftar DETIK-ID?

Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

SMS Iklan

specialist website design & program, discount s/d 70%, gratis flash disk 2 gb & hp cdma. hub: 021-68853833-30 223272, hp: 08561072517 (+622127409413)