Jakarta - Amerika Serikat menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan media massa yang tinggi. Namun AS tidak punya UU Pers. Bagaimana bisa?
( nrl / fay )
Komentar terkini (15 Komentar)
Habib Rizieq,
YANG KAFIR KAN ELOE. NGAKU MUSLIMIN TAPI BISANYA MUSUHUIN ORANG. MEMALUKAN UMAT MUSLIM.
gatotkoco,
negeri kafir ,...kok pada bangga,....
warga amerika jadi musuh saya dimana saja berada,....
musuhnya orang muslim,...
kafir itu musuhnya islam,.... GANYANG AM,ERIKA!
Abu Bakar tkg Gosok,
YG KOMENTAR ORANG2 FRUSTRASI GAK KESAMPEAN JALAN2 KE AMRIK Hee heee... disana sangat nyaman bebas kemana saja jam berapa saja, masyarakatnya ramah bisa tanya arah/alamat tanpa takut diBOHoNgIN, lebih ramah dari Sin. tidak seperti di Ina banyak kriminal dan jam-malamnya. he heee...:-p
Puritan,
Mungkin yang ingin dilaporkan jurnalis detik.com ialah "Cincinnati Enquirer", bukan Equirer, redaksi tolong klik spell dong.
to komandan,
GO TO HELL WITH YOUR AID kaleeeeeeeee.
Kalau mau komentar pake bahasa Inggris cek dulu dong bener ga nya.. Malu deh... Udah ngumpat eh salah lagi.
komandan,
kita punya PANCASILA, merupakan prinsip yang terbaik di dunia, jangn sampe tergoyang oleh siapapun, amrik gak senang kalo kita menuju kebaikan dan kemakmuran, karena amrik tidak bisa melancarkan politik NEO KOLONIAL IMPERIAL, sekarang kita sdg gencar berantas korupsi, amrik mau ngobok2 dg alasan "mencuri dengar adalah melanggar hukum", sedangkan itu langkah jitu bagi KPK, amrik GET TO HELL WITH YOUR AID
el_Hadi,
wawancara dengan orang yang nggak tahu tanggungjawab, apa bisa dipertanggungjawab?? ha ... ha ... ha
johanes,
Jika pendidikan rakyat Indonesia sudah tinggi dan sudah berdewasa baik dalam politik dan demokrasi, maka UU Pers memang rasa-rasanya tidak terlalu perlu karena bisa menggunakan UU Pidana atau sejenisnya untuk penyelewengan yang terjadi. Oleh karena itu pers dituntut juga untuk bertanggung jawab terhadap semua berita-berita yang ditampilkannya sedangkan pembaca dituntut juga untuk menyatakan ketidaksetujuannya melalui jalur hukum yang ada bukan dengan kekerasan.
Nah apakah rakyat dan pemimpin kita sudah cukup dewasa dalam menanggapi berita-berita yang ada di pers yang sudah bebas ini? Nah apakah pers kita juga sudah bisa berani memberitakan berita yang benar-benar bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya? Nah apakah media pers juga bisa lebih bijak dan berhati-hati dalam memberitakan berita yang bisa menyulut SARA?
Kalau belum siap, mungkin bener juga diperlukan UU Pers untuk mengaturnya meskipun sebenarnya memang tidak perlu.
Sekian dari saya
rakyat,
Memang Indonesia lebih baik daripada Amerika. ha..ha.. mimpi...
Daripada sedih liat negara sendiri, mari kita hujat negara orang...kita komentarin negara lain.
Guns N Roses,
he..he..beneran nih komentarnya pade..gw doain deh negara elo bisa nyampe ke tahap tinggal landas jangan dilandasan terus bisanya....You could be mine yeaachh!!!!