Berita Lain

Indeks Berita






Jumat, 11/07/2008 10:31 WIB
Menkes Bicara Kawat Keluar dari Perut
Fitraya Ramadhanny - detikNews

Jakarta - Penyakit aneh dialami Noorsyaidah (40) dari Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Perutnya mengeluarkan puluhan batang kawat. Menkes Siti Fadillah Supari pun menyarankan tindakan medis. ( fay / ken )

Komentar terkini (15 Komentar)
HERMAWAN, Saya punya satu alat yang mudah mudahan seijin yang diatas bisa membantu ibu Noorsyaidah kalau diijinkan saya akan pinjamkan bisa hub saya di 0811245115
dodolngepet, (to lubairambang) pada jaman nabi, yg namanya sihir ilmu hitam itu sudah, mereka yg bersekutu dengan ghaib (Iblis, setan, dedemit). dan dlm rukun iman jg kita harus percaya kepada hal yg ghaib... karena yg ghaib itu jg memang ada,,, jasmani juga memerlukan rohani tidak mungkin jasmani bisa hidup tanpa rohani jadi dlm hal ini ada keseimbangan di dunia. jadi ada kemungkinan klo pnykit yg diderita ibu (yg semoga oleh Allah diangkat derajat keimanannya) adalah penyebab dari sihir/ilmu hitam...
dodolngepet, (to lubairambang) pada jaman nabi, yg namanya sihir ilmu hitam itu sudah, mereka yg bersekutu dengan ghaib (Iblis, setan, dedemit). dan dlm rukun iman jg kita harus percaya kepada hal yg ghaib... karena yg ghaib itu jg memang ada,,, jasmani juga memerlukan rohani tidak mungkin jasmani bisa hidup tanpa rohani jadi dlm hal ini ada keseimbangan di dunia. jadi ada kemungkinan klo pnykit yg diderita ibu (yg semoga oleh Allah diangkat derajat keimanannya) adalah penyebab dari sihir/ilmu hitam...
TDKMenjadiSOKTAU, wegayendi : lubairambang, Anda jangan hanya beropini dengan hanya melihat dari layar kaca, tapi anda silakan menyaksikan sendiri dengan mata kepala anda sendiri, anda juga jangan menyamakan santet dengan body piercing, santet adalah suatu gejala di luar akal nalar manusia, kajilah sebelum anda memberikan opini, dan saya juga maklum karana nalar anda belum begitu luas, para ahli medis yang telah telah ahli di bidangnyapun masih blum menentukan penyakit apa yang telah ibu Noorsyaidah alami, Santet adalah suatu yang hal yang gaib begitu juga surga dan neraka, Sebaiknya Anda " wegayendi : lubairambang " ke kalimantan dan cobalah mengenal daerah sana, anda tinggal berbicara dengan warga sekitar bahwa anda tidak percaya dengan yang namanya santet.... "Its simple way to prove ur opinion"
JURIGJARIAN, wagayendi sok tahu lho ,kena santet baru nyaho lho yang gituan memang ada ,malah nuduh orang bodi piercing lagi sotoy lho.........
lubairambang, Santet hanya isapan jempol. Saya setuju dengan Wegayendi. Indonesia tidak perlu dijajah belanda 350 th, lalu Jepang 3,5 th jika ada orang di Indonsia jago santet. Juga tidak perlu kita dibuat repot oleh beragam keresahan akibat intimidasi dan provokasi yang dibuat oleh pemerintah negara asing (Malaysia, Australia, USA), santet saja pimpinannya, kan beres. Kenyataannya, haa,,haa,, santet hanya katanya dan katanya. Santet, teluh, voodoo dan sejenisnya tidak pernah eksis bila dilihat dari efektivitasnya. eksistensi ilmu (eh..sorry..Elmu)seperti itu hanya ada dalam hayalan manusia pemalas yang frustasi, sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang mengaku, merasa, atau dianggap dukun, paranormal dan sejenisnya untuk mencari keuntungan sosial dan ekonomi. Akibat kebodohan orang mempercayainya lihatlah dampaknya: ada nenek-nenek, tokoh masyarakat, hingga kiayi tewas dibantai. Mereka tewas bukan karena santet eksis-fungsional, melainkan karena ignoransi masyarakat yang percaya pada keyakinan-keyakinan yang absurd. Keyakinan spt itu dapat dikikis bila kebodohan dan kemiskinan lenyap.
wegayendi, Santet atau tindik tubuh (body piercing)? Setiap kali ada fenomena yang ekstrem masyarakat kita pasti heboh. Fenomena kawat di perut Bu Guru Noorsaidah adalah salah satunya. Mayoritas orang menganggap fenomena itu adalah fenomena gaib, khususnya santet. Benarkah? Saya adalah salah satu orang yang menolak fenomena itu sebagai fenomena gaib, apalagi santet. Fenomena itu tidak lebih dari tindakan yang banyak dilakukan oran-orang eksentrik dengan tatoo atau tindik badan (pusar, bibir, lidah, kemaluan dll), yang penting si pelaku bisa menahan rasa sakit (tetapi dengan bius lokal rasa sakit sama sekali tidak terasa). Perhatikan keadaan Noorsaidah, makan, minum, bicara lancar-lancar saja. Mengapa? Itu karena kawat-kawat yang tertancap di perutnya itu sama sekali tidak mengenai (apalagi berasal dari) organ dalam (usus, lambung, hati, ginjal, jantung, atau paru-paru). Kawat-kawat itu ditancapkan di kulit perut yang sangat tebal oleh timbunan lemak karena (maaf) Bu Norrsaidah berbadan gemuk. Bila torso ybs dirontgen dari depan atau belakang kawat tampak berseliweran, tetapi bila dirontgen dari samping maka kawat-kawat tadi hanya merayap di jaringan lemak pada kulit perutnya. Kawat-kawat itu bahkan tidak sampai menembus rongga peritoneal.. Karena tidak mengenai organ-organ vital maka makan, minum, dan bicara tidak terganggu. Mangapa harus berjalan membungkuk? Itu untuk mengurangi regangan kulit perut sehingga rasa nyeri (karena luka) bisa dikurangi dan luka tusuk tidak membesar. Kesimpulan saya, Bu guru lajang yang berusia 40 tahun itu memiliki masalah psikologis. Perhatian dan sensasi adalah target dari tindakan-tindakan ekstrem. Mari kita semua berpikir dan bersikap kritis terhadap beragam kejadian ekstrem di sekitar kita.
yon, Semoga Allah SWT memberikan pilihan terbaik bagi Saudari kita ini. amin
i_one takmir, audubukalimatillahitamati min syarrimakholak....
Harryvni, Bu mentri minta tolong sama Namru tuh. Manfaatin lembaga risetnya. Suruh mereka nemuin virus penyebab keluarnya kawat lewat perut. Biar tuh bule2 pade mikir. Nggak cuma becokol di negeri kite.
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).