Delft - Krisis multidimensi yang menerpa RI itu akibat pembangunan terfokus pada pertumbuhan ekonomi, tak mengindahkan pembangunan berkelanjutan. Sebuah pelajaran berharga.
( es / es )
Komentar terkini (2 Komentar)
yudis,
Selamat buat panitia ISSM
sori akhirnya ndak bisa dateng :(
For Radix, kenapa harus bagi comment miring anda dibeberapa artikel Detik. Apakah sebegitu gagalnya or sentimennya anda dengan kerja rekan-rekan panitia. Kritiki itu perlu.. tapi hendaknya disampaikan dengen santun. (at least menurut saya)
Radix,
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa acara ini gagal total.
1. Mantan Presiden Habibie yang semula digembar gemborkan bakal hadir karena turut diundang oleh Dubes Indonesia utk Belanda yg tidak lain adalah adik kandung beliau sendiri, tidak jadi hadir.
2. Tingkat partisipasi sangat rendah. Pembukaan hanya dihadiri oleh tidak lebih dari 20 an mahasiswa yang notabene sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia di TU Delft sendiri.
3. Pemilihan moderator sangat buruk. Moderator di sesi pertama bidang civil engineering, yakni sdr. Anggara Rhabenta misalkan, hanya terpaku pada waktu, bukan diskusi. Alhasil peserta tidak dapat berdiskusi karena moderator hanya berfungsi sebagai PEMBAGI PERTANYAAN saja, sdr. Anggara Rhabenta bahkan tidak mampu untuk memberikan sintesis dari hasil presentasi dan pertanyaan peserta. Kalau demikian saya kira semua orang pun bisa, tak usah bersekolah di Belanda. SANGAT MENGECEWAKAN.
4. Seluruh acara diadakan dengan kaku, padahal inti dari kegiatan ISSM sebenarnya adalah silaturahmi antar mahasiswa dan scholars Indonesia yg berada di Eropa dan bagian dunia lainnya. Ironisnya acara diadakan dengan kekakuan dan batasan2 yg tidak mengindahkan akidah silaturahmi dan persahabatan.
5. Hanya acara terakhir dengan panitia dari PPI Wageningen yg cukup sukses. Sisanya GAGAL TOTAL.